Kepulauan Widi: Surga Wisata Mancing di Indonesia

Kepulauan Widi (Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara)

 

Banyak orang mengibaratkan Kepulauan Widi di Kabupaten Halmahera Selatan sebagai Maladewa-nya Indonesia. Bisa jadi tidak berlebihan mengingat keindahan dan kealamian yang dipancarkannya. Pulau Widi sendiri tidak berpenghuni dan terletak di tengah laut lepas menjadikan pulau ini begitu istimewa.

Kepulauan Widi bisa dikatakan sebagai kepulauan terindah di Provinsi Maluku Utara sehingga tidak heran tempat ini sering dikunjungi wisatawan mancanegara meskipun akses terbilang tidak mudah dan belum tersedia fasilitas pendukung di tempat ini. Gugusan Kepulauan Widi masuk wilayah administrasi Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Di Kepulauan Widi tersebar pulau-pulau kecil yang jumlah sekira 99 pulau dengan 3 atol dan 2 gugus pulau yang oleh masyarakat lokal dinamakan Pulau Daga Gane (Kecamatan Gane) dan Pulau Daga Weda (Kecamatan Weda) yang mana keduanya saling berhadapan. Dari puluhan pulau kecil di Kepulauan Widi, hanya satu yang berpenghuni, yakni Pulau Daga. Penghuninya pun tak banyak, ada 11 kepala keluarga, total penghuni pulau jumlahnya hanya puluhan orang.

Perairan sekitar Halmahera sejatinya begitu kaya deposit ikan yang melimpah selain juga memiliki keindahan alam memesona dengan terumbu karang cantik dan beraneka jenis. Kekayaan ikan di perairannya menjadi target buruan penghobi mancing, khususnya di Pulau Widi dimana menjadi sarang ikan tuna sirip kuning (yellow fin tuna) dan tuna gigi anjing (dogtooth tuna). Bahkan, kawasan Widi sempat menjadi lokasi perhelatan turnamen mancing Internasional terbesar di Indonesia bertajuk “Widi International Fishing Tournament” (WIFT) tahun 2017.

Kepulauan Widi kini tengah diarahkan menjadi tujuan wisata oleh Pemerintah setempat termasuk yang terdekat dengan membangun bandara mini dan pelabuhan. Sebuah perusahaan bernama Leadership Island Indonesia kini tengah membangun sarana akomodasi di Kepulauan Widi dan akan dikembangkan pusat ekoturisme dan bahari.

 

Kegiatan

Anda dapat menghabiskan waktu di sini dengan aktivitas memancing, snorkeling, bermain pasir, berenang, ataupun diving. Suasananya yang sepi dan tenang menambah kenyamanan tersendiri. Di sini ada banyak gusung pasir memanjang yang terhampar di tengah lautan dan beberapa di antaranya begitu panjang seakan tak berujung. Anda juga akan disuguhi kicauan burung maleo yang jinak dan berlalu lalang di pantai dan semak-semak.

Hal unik dari Kepulauan Widi adalah apabila air laut sedang surut maka pulau-pulau tersebut akan tersambung menjadi satu kesatuan pulau. Anda bisa berjalan kaki dari satu pulau ke pulau lainnya dimana itu ibarat satu pasir timbul raksasa.

Jelasnya Kepulauan Widi sangat kaya ikan  sehingga sangat cocok dijadikan wisata bagi mancing. Persiapkan peralatan dan speedboat sewaan Anda dan nikmati salah satu lokasi mancing paling menyenangkan di Tanah Air. Di Kepulauan Widi, Anda bisa merasakan beragam sensasi ‘tarikan’ ikan saat mancing. Mulai dari dari cakalang, tongkol, hingga favoritnya adalah ikan tuna sirip kuning (yellow fin tuna) dan tuna gigi anjing (dogtooth tuna).

Kunjungi pula Tanjung Tauno yang menjadi habitat duyung. Anda akan turut diedukasi saat melihat duyung secara langsung, tidak hanya dari mitos yang beredar selama ini. Ada pula Tanjung Santari sebagai padang pasir putih dan melihat budidaya rumput laut.

 

Tips

Belum terdapat fasilitas penunjang pariwisata di pulau ini jadi Anda disarankan membawa peralatannya sendiri. Selain itu, fasilitas untuk kemudahan akses seperti pelabuhan, tempat penginapan, dan akses transportasi belum tersedia. Pilihan akomodasi adalah Anda membawa tenda sendiri dan bermalam di salah satu kepulauan ini.

 

Transportasi

Untuk menuju Pulau Widi, arahkan akses dari Jakarta atau kota besar lainnya di Tanah Air menuju Ternate menggunakan pesawat berbadan lebar. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Halhamera Selatan dengan menggunakan pesawat jenis ATR berpenumpang 70-80 orang. Dari Halmahera Selatan menuju Widi menggunakan speedboat selama 30 menit.

Jika Anda berangkat dari Pulau Bacan maka dapat mengarahkan perjalanan ke Kecamatan Gane terlebih dahulu kemudian melanjutkan perjalanan dengan speedboat ke Kepulauan Widi. Waktu tempuhnya sekira 3 jam dari Pelabuhan Laut Babang, Labuha, Pulau Bacan.

Alternatif lain Anda dapat bertolak dari Ternate menggunakan kapal di Pelabuhan Bastiong menuju Pulau Saketa selama 5 jam. Setelah itu, lanjutkan berkendara roda dua menuju Kecamatan Gane Timur selama tiga jam. Perjalanan berlanjut lagi menggunakan kapal cepat menuju ke Pulau Daga selama 2 jam ke Pulau Widi.

Pilihan lainnya tersedia kapal rute Ternate-Babang (Bacan) yang dapat Anda pilih kemudian dari Pasar Baru Babang menumpang kapal nelayan atau kapal cepat menuju Gane Dalam. Perjalanan dilanjutkan menyewa kendaraan roda dua menuju Desa gane Luar lalu naik perahu menuju Pulau Widi.

Anda  juga menumpang kapal cepat dari Kota Baru ke Sofifi, Tidore selama 45 menit. Berikutnya menempuh perjalanan darat ke Matuting, Gane Timur sekira 4 jam. Berhentilah di Matuting untuk menyewa perahu nelayan berlayar ke Pulau Widi sekira 2 jam.

Powered by pesona.indonesia.travel