Danau Sentani: Kolam Raksasa Nan Indah Dirangkul Pegunungan Cyclops

Sekilas

Inilah salah satu lansekap alam terindah Indonesia yang ada di Papua. Danau Sentani merupakan danau terbesar di Provinsi Papua dengan luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 m dpl. Terletak di Kabupaten Jayapura, danau ini dikelilingi 21 pulau kecil yang indah dan menyokong 24 desa yang bertengger di sekitarnya dengan orang-orang yang ramah dan kreatif mencipta kerajinan tangan terbaik di Tanah Papua.

Danau Sentani ibarat kolam air hijau raksasa yang dikelilingi perbukitan dan dirangkul Pegunungan Cyclops. Danau yang juga merupakan rumah bagi setidaknya 33 jenis ikan yang hampir separuhnya adalah asli danau tersebut. Rumah panggung dengan kolam dan jaring penangkap ikan adalah pemandangan umum di danau ini.

Salah satu pulau di tengah Danau Sentani dipercaya masyarakat setempat menyimpan tulang tertua nenek moyang orang Papua, yaitu terletak di Pulau Asei. Bahkan, tulang tertua tersebut menjadikan Pulai Asei dipercayai sebagai pusat pertemuan antara nenek moyang suku-suku asli Sentani dengan para imigran dari Kepulauan Melanesia.

Selain menyuguhkan keindahan yang elok, Danau Sentani juga memilki ikatan sejarah dengan Perang Dunia II dimana dahulu merupakan tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi. Landasan ini dibangun oleh Tentara Pendudukan Jepang yang kemudian diambil alih oleh Angkatan Darat AS tahun 1944 dibawah pimpinan Jenderal McArthur.

Kegiatan

Ada banyak kegiatan dapat Anda lakukan di danau yang indah ini. Wisatawan biasanya akan memberanikan diri berenang di danau atau berbaur dengan masyarakat lokal yang ramah sambil melihat proses pembuatan sagu, makan papeda, atau mencicipi buah matoa yang biasa dijajakan di pinggir jalan atau di pasar tradisional.

Festival Danau Sentani rutin digelar setiap tahun sebagia pestanya warga Papua dari berbagai etnis sekaligus merayakan keanekaragaman budaya Nusantara. Meskipun festival ini rutin diadakan tiap tahun namun wisatawan dipastikan tidak akan bosan karena selalu ada yang berbeda dalam perhelatannya.

Festival ini menghadirkan pertunjungan tariani dan musik tradisional, pameran budaya kerajinan rakyat dan kuliner tradisional. Atraksi yang paling menarik adalah iring-iringan tarian di atas perahu (isolo) dari perwakilan 24 kampung di Danau Sentani yang mengambil titik awal bergerak di Pulau Asei Besar yang dipercaya sebagai pulau tertua di Danau Sentani.

Anda juga dapat melihat ratusan pemuda menari di atas perahu berhiaskan daun kelapa. Mengenakan baju adat, mereka akan menari sembari membawa hasil panen dan binatang buruan. Setelah dua kali mengelilingi danau, mereka akan turun dari perahu sembari terus menari dan bersorak sorai dan menari di panggung utama di dermaga yang ada di Pantai Kalkhote. Ini merupakan acara puncak di hari pembuka dan ciri khas Festival Danau Sentani.

Sentani_IMG_7234

 

Transportasi

Lokasi Danau Sentani lokasinya tidak jauh dari Jayapura, ibu kota Papua. Untuk menuju Danau Sentani arahkan penerbangan tentunya ke Jayapura dari berbagai kota di Nusantara. Berikutnya, manfaatkan moda transportasi berupa bus kecil dari Jayapura dengan lama sekira 30 menit ke arah barat. Karena berada di Kabupaten Jayapura maka akss ke danau ini terbilang mudah karena berada dekat dengan Bandara Sentani, pintu masuk jalur udara kawasan Jayapura.

 

Kuliner

Masukan kegiatan menikmati kuliner saat Anda berwisata ke Sentani. Ada papeda sebagai kuliner khas di Papua dan Maluku ang begitu terkenal berupa olahan sagu yang dihidangkan dengan ikan bakar atau kuah kuning, bisa juga dengan pisang atau ubi.

Ikan asap juga nikmat berupa olahan ikan gabus yang dibakar, digoreng, atau dibuat sayur lilin.

Aneka kue sagu juga jafi kuliner khas Sentani berupa kue sagu, bagea, sagu bakar, dan lainnya.

Tips

Apabila Anda ingin menyewa kendaraan maka dari Pelabuhan Jayapura menuju Danau Sentani banyak tersedia dengan tarif Rp300.00,- s.d. Rp500.000,- Angkutan umum juga tersedia dengan mengambil rute dari Pelabuhan Jayapura ke Terminal Abepura, biayanya berkisar Rp20.000,- dan dari terminal lanjutkan ke Dermaga Kalkote dengan tarid Rp10.000,-

Information

Find More  

Powered by pesona.indonesia.travel